RARE ANGON
Layang-layang dan juga tradisi melayngan sangat earat kaitanya dengan cerita Rare Angon. Dipercaya bahwa Dewa Siwa dalam manisvestasinya sebagai Rare Angonmerupakan Dewa Layang-layang
Pada musim layangan atau setelah panen disawah Rare Angon turun ke bumi diiringi dengan tiupan seruling bertanda untuk memanggil sang angin.
Rare Angon juga berarti anak gembala, setelah musim panen para petani terutama anak gembala mempunyai waktu senggang yang mereka gunakan untuk senang-senang.
Sambil menjaga ternaknya salah permainan yang sering mereka mainkan adalah bermain Layang-layang.
Saat ini melayangan masih sering dilakukan 9leh masyarakat Bali.
Bentuk layang-layang dari dulu tidak berubah hanya teknik pembuatanya yang berkembang, itu karena masyarakat bali menghormati apa yang telah di berikan oleh leluhur secara turun-temurun.
Layang De-bean, pecukan dan janggan merupakan tiga jenis laynagn Tradisional Bali yang sudah sangat dikenal.
Komentar
Posting Komentar